Minggu, 15 Mei 2011

Khasiat yang Tersembunyi di Balik Sate Biawak

Konon makanan sate diciptakan oleh pedagang makanan jalanan di Jawa sekitar awal abad ke-19, berdasarkan fakta bahwa sate mulai populer sekitar awal abad ke-19 bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab ke Indonesia. Hal ini pula yang menjadi alasan populernya penggunaan daging kambing dan domba sebagai bahan sate yang disukai oleh warga keturunan Arab.





Sate yang biasa di sebut juga satay atau satai, di buat dari daging yang di potong kecil-kecil dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya terbuat dari bambu. Pada umumnya sate di masak dengan cara di panggang atau di bakar di atas bara arang kayu. Hampir segala jenis daging bisa dibuat sate, daging sapi, daging kambing, daging ayam, daging kerbau. Tapi bagaimana dengan daging binatang lain ?


Biawak adalah hewan melata yang memiliki penampakan sedikit menakutkan, hidupnya di sungai dan di rawa-rawa. Hewan ini termasuk spesies purba yang masih tersisa. Dengan bentuk fisik yang seram, ternyata daging biawak bagi sebagian orang merupakan hidangan yang nikmat. Tapi bagi sebagian orang lainnya pun mendengar namanya saja sudah menimbulkan rasa jijik dan ngeri untuk mengonsumsi hewan melata berkaki empat dengan kulit bersisik dan kasar serta keras, seperti buaya namun berukuran kecil.



Bagi penggemarnya, daging hewan reptil ini menjadi menu makanan istimewa.
Sebuah warung di bilangan Jakarta Selatan, menyajikan makanan yang terbilang cukup mengerikan. Semua makanan yang dijual terbuat dari daging bahkan isi perut binatang yang tidak lazim kita konsumsi. Seperti empedu ular, darah ular, sate ular, otak monyet, dan salah satunya sate daging biawak.
Pemilik warung adalah Nana (43) yang menjual sate biawak dan makanan aneh lainnya, mengatakan peminat daging biawak cukup banyak karena khasiat dari daging biawak yang konon dapat mengobati berbagai macam penyakit kulit. Penyakit kulit yang dapat diobati seperti gatal-gatal, alergi, biang keringat, kutu air, dan kulit pecah-pecah. Mengolah daging biawak untuk dijadikan sate, sama seperti mengolah daging kambing, ujar Nana. Daging biawak yang sebelumnya sudah di siangi di tusuk dan di bakar setelah matang dan diberi bumbu kacang atau bumbu kecap, kecapnya diberi irisan bawang merah, cabai, dan tomat.
Warung ini melayani para pengunjung dari sore hari hingga pukul 23.00, jika sedang ramai pengunjung warung Ibu Nana bisa melayani hingga pukul 00.00. kebanyakan pengunjung mencari sate biawak bukan karena rasanya yang enak dan lezat, tapi karena khasiat dari makanan tersebut. Seperti yang di ungkapkan Trisno (26) penikmat makanan unik ” saya pernah dengar kalo daging biawak bisa mengobati penyakit kulit, dan kebetulan juga saya kemarin gatal – gatal “. Rasa sate biawak hampir mirip seperti sate ayam tapi tekstur dagingnya agak kasar seperti kambing, tambah Trisno.
Di balik rasa ngeri untuk mengonsumsi sate biawak ,ternyata daging biawak dipercaya memiliki khasiat untuk mengobati penyakit kulit.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More